Macam-Macam Baktei
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hy sahabat pecinta sains. Bertemu lagi bersama saya Si Science Boys. Dan kali ini saya memposting beberapa informasi tentang macam-macam bakteri. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala para sahabat tentang sains juga mengagumi Kebesaran Allah S.W.T. Allahuakbar Allah Maha Besar.
Di dunia ini banyak sekali macam bakteri. Penggolangan bakteri tersebut melalui beberapa hal berdasarkan karakteristik yang dimiliki sebagai berikut.
Berdasarkan Cara memperoleh Makanan
Bakteri autotrof yaitu bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dari senyawa anorganik menjadi senyawa organik.
Bakteri fotoautotrof yaitu bakteri yang dapat mensintesisnya makanannya sendiri dengan menggunakan energi cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Contoh: bakteri belerang ungu Thiocystis sp.
Bakteri kemoautotrof yaitu bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dengan menggunakan energi kimia. Contoh: Gallionella, Nitrosomonas, Nitrococcus, dan Nitrobacter.
Bakteri heterotrof yaitu bakteri yang memperoleh makanan (berupa senyawa organik) dari bergantung pada organisme lain karena tidak dapat mensintesis makanannya sendiri.
Bakteri saprofit yaitu bakteri yang memperoleh makanannya berasal dari sisa-sisa organisme yang telah mati, sampah, kotoran, dan bangkai. Contoh: Thiobacillus denitrificans, Clostridium sporageus, Escherichia coli, Lactobacillus bulgaricus, dan Methanobacterium ruminatum.
Bakteri parasit yaitu bakteri yang memperoleh makanannya dari organisme yang ditumpanginya (inangnya). Contoh: Borrelia novyi, Famili Treponemataceae, Famili Spirochaetaceae, Borrelia recurrentis, dan Borrelia burgdorferi.
Bakteri patogen yaitu bakteri parasit yang menyebabkan penyakit pada hospes atau inang yang dihinggapinya. Contoh: Neisseria gonorrhoeae (parasit pada manusia yang menyebabkan penyakit kelamin atau kencing nanah), Bacterium papaya (parasit pada tumbuhan yang menyebabkan penyakit pada pepaya), dan Bacillus anthracis (parasit pada hewan yang menyebabkan penyakit antraks pada ternak).
Bakteri apatogen yaitu bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada hospes atau inang. Contoh: Streptomyces griseus dan Eschericia coli.
Berdasarkan Jumlah dan Letak Flagel
Atrik, bakteri yang tidak memiliki flagel.
Monotrik, bakteri yang memiliki satu flagel pada ujung tubuhnya.
Amfitrik, bakteri yang memiliki dua kelompok flagel yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya.
Lofotrik, bakteri yang memiliki segerombol flagel pada salah satu satu ujung tubuhnya.
Peritrik, bakteri yang memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya.
Berdasarkan Kebutuhan Energi
Bakteri aerob, bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Contoh: Nitrosomonas, Thiobacillus, Nitrobacter.
Bakteri anaerob, bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Contohnya Clostridium denitrificans.
Berdasarkan Kebutuhannya terhadap Oksigen
Bakteri aerob obligat, bakteri yang hidupny mutlak membutuhkan okseigen bebas. Contoh: Eschericia coli.
Bakteri anaerob obligatif, bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen sama sekali dan kadang mati bila ada oksigen. Contoh: Clostridium tetani, Clostridium botulinum.
Bakteri anaerob fakultatif, bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Contoh: Salmonella typhosa.
Berdasarkan Suhu Pertumbuhan
Bakteri psikorofil, bakteri yang hidup pada suhu rendah yaitu 0˚C-30˚C. Bakteri ini banyak ditemukan di dasar lautan, di daerah kutub, dan pada bahan makanan yang didinginkan.
Bakteri mesofil, bakteri yang hidup pada suhu 25˚C-40˚C. Bakteri ini terdapat pada tanah, air, dan tubuh Vertebrata.
Bakteri termofil, bakteri yang hidup pada suhu 45˚C-75˚C. Bakteri ini banyak terdapat di tempat-tempat bersuhu tinggi, di tanah, air laut, dan pada susu.
Bakteri hipertermofil, bakteri yang hidup pada suhu di atas 75˚C. Bakteri ini ditemukan di sumber air panas.
Berdasarkan Karakteristik Dinding Sel Melalui Sistem Pewarnaan Gram
Bakteri gram positif, bakteri yang mempunyai dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. Contoh: Bacillus subtilis, Clostridium botulinum, Vibrio cholerae, Neisseria gonorrhoeae, dan Treponema pallidum.
Bakteri gram negatif, bakteri yang mempunyai dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. Contoh: Escherichia coli, Streptococcus mutans, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aurens.
Peranan Bakteri dalam Kehidupan
Bakteri yang Menguntungkan
-Dalam Industri Makanan
Spirulina dimanfaatkan sebagai sumber makanan karena mengandung gizi yang tinggi terutama protein.
Streptococcus lactis dan Streptococcus cremoris digunakan dalam pembuatan keju dan mentega.
-Dalam Industri Fermentasi
Acetobacter xylinum untuk pembuatan nata de coco.
Lactobacillus bulgaricus untuk pembuatan susu asam (yoghurt).
Acetobacter aceti digunakan dalam pembuatan asam cuka.
Lactobacillus casel untuk pembuatan keju dan yoghurt.
Clostridium sp. Untuk pembuatan propanon dan butanon.
-Dalam Pembuatan Antibiotik
Streptomyces griseus menghasilkan antibiotik streptomisin
Bacillus subtillis menghasilkan antibiotik basitrasin.
Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin.
Streptomyces aurefaciens menghasilkan antibiotik auremisin.
Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin.
-Dalam Kesuburan Tanah
Nitrosomonas, Nitrobacter, dan Nitrosococcus berperan dalam proses nitrifikasi yang menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
Rhizobium leguminosarum bersimbiosis dengan akar polong-polongan dan Azotobacter chlorococcum untuk mengikat nitrogen dari udara bebas, sehingga menyuburkan tanah.
Bakteri yang Merugikan
-Bagi Kehidupan Manusia
Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang menyebabkan penyakit kelamin dan kencing nanah.
Mycobacterium leprae, bakteri yang menyebabkan penyakit lepra.
Clostridium tetani, bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus.
Shigella dysenteriae, bakteri yang menyebabkan penyakit disentri.
Salmonella, bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.
Treponema pallidum, bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis atau raja singa.
Bagi Hewan dan Tumbuhan
Salmonella pollurum, bakteri yang menyebabkan berak kapur pada ayam.
Cythopaga columnaris, bakteri yang menyebabkan penyakit pada ikan.
Xanthormonas campestris, bakteri yang menyerang tanaman kubis.
Disini Juga terdapat berbagai jenis lumut di dunia. .......... :-)
Macam macam Lumut
Anthoseros laevis (lumut tanduk)
Ciri-ciri :
· Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid.
· Susunan talusnya masih sederhana.
· Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
· Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. Stoma hampir selalu terisi lendir.
· Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula arkegoniumnya.
· Sel yang diatas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang bawah membelah-belah dan merupakan kaki sporogonium.
· Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rizoid, melekat pada talus gametofitnya.
· Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.
Notothylus valvata (lumut tanduk)
Ciri-ciri :
· Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid.
· Susunan talusnya masih sederhana.
· Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
· Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. Stoma hampir selalu terisi lendir.
· Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula arkegoniumnya.
· Sel yang diatas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang bawah membelah-belah dan merupakan kaki sporogonium.
· Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rizoid, melekat pada talus gametovitnya.
· Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.
Marchantia polymorpha (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.
· Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif.
· Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air.
· Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.
· Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.
· Dulu digunakan sebagai bahan obat penyakit hati. (hepar).
Riccia fluitans (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.
· Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif.
· Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air.
· Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.
· Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.
Blasia pusilla (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Telah memiliki semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsi ventral.
· Protonema hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif.
· Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.
· Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.
· Talus lebar, mempunyai rusuk tengah, pada tepi talusnya mulai tampak terbentuknya alat-alat seperti daun.
Metzgeria furcata (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Talus berbentuk pita yang sempit, bercabang-cabang menggarpu.
· Hidup pada batang-batang pohon-pohonan atau diatas batu-batu cadas.
· Telah memiliki semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsi ventral.
· Protonema hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif.
· Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.
· Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.
Calobryum mnioides (lumut hati)
Ciri-ciri :
Talus bersifat radial, mempunyai bagian seperti batang dengan 3 baris bagian-bagian serupa daun.
Alat-alat kelamin terdapat diantara bagian-bagian seperti daun-daun, letaknya pada ujung bagian yang seperti batang.
Umumnya hidup di daerah tropika.
Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.
Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.
Andreaea petrophila (lumut daun)
Ciri-ciri :
Tumbuh di atas tanah-tanah gundul yang periodik mengalami kekeringan, bahkan diatas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh.
Dapat ditemui di antara rumput-rumput, di atas batu-batu cadas, pada batang dan cabang pohon,di rawa-rawa, tetapi jarang di dalam air.
Spora bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan terlihat seperti hifa cendawan yang berwarna hijau.
Alat kelamin terkumpul di ujung batang atau cabang, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya di paling atas.
Protonema berbentuk pita yang bercabang-cabang.
Kapsul spora mula-mula diselubungi oleh kaliptra yang bentuknya seperti kopyah bayi. Jika sudah masak pecah dengan 4 katup-katup.
Kolumela diselubungi oleh jaringan sporogen.
Sphagnum fimbriatum (lumut daun)
Ciri-ciri :
· Spora bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan terlihat seperti hifa cendawan yang berwarna hijau.
· Alat kelamin terkumpul di ujung batang atau cabang, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya di paling atas.
· Hidup di tempat-tempat berawa-rawa dan membentuk rumpun atau bantalan, pada bagian bawah yang ada di dalam air mati dan berubah menjadi gambut.
· Protonema merupakan suatu badan berbentuk daun kecil, tepinya bertoreh-toreh dan hanya terdiri dari satu sel saja.
· Batangnya bercabang-cabang dan membentuk roset pada ujungnya.
· Setelah pembuahan, kaki selau memanjang seperti tangkai dan dinamakan pseudopodium.
· Kapsul spora mempunyai tutup yang akan membuka, jika spora sudah masak.
Funaria hygrometrica
Ciri-ciri :
Sporogoniumnya mempunyai satu tangkai yang elastis, disebut seta.
Kaliptra melebar seperti perut dan berguna sebagai penimbunan air bagi sporogonium yang masih muda.
Gigi peristom tipis seperti selaput, berasal dari satu lapis sel sporogonium. Gigi mempunyai garis-garis melintang dan bersendi.
Masuk dalam kelompok Eubryales acrocarpi.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hy sahabat pecinta sains. Bertemu lagi bersama saya Si Science Boys. Dan kali ini saya memposting beberapa informasi tentang macam-macam bakteri. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala para sahabat tentang sains juga mengagumi Kebesaran Allah S.W.T. Allahuakbar Allah Maha Besar.
Di dunia ini banyak sekali macam bakteri. Penggolangan bakteri tersebut melalui beberapa hal berdasarkan karakteristik yang dimiliki sebagai berikut.
Berdasarkan Cara memperoleh Makanan
Bakteri autotrof yaitu bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dari senyawa anorganik menjadi senyawa organik.
Bakteri fotoautotrof yaitu bakteri yang dapat mensintesisnya makanannya sendiri dengan menggunakan energi cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Contoh: bakteri belerang ungu Thiocystis sp.
Bakteri kemoautotrof yaitu bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dengan menggunakan energi kimia. Contoh: Gallionella, Nitrosomonas, Nitrococcus, dan Nitrobacter.
Bakteri heterotrof yaitu bakteri yang memperoleh makanan (berupa senyawa organik) dari bergantung pada organisme lain karena tidak dapat mensintesis makanannya sendiri.
Bakteri saprofit yaitu bakteri yang memperoleh makanannya berasal dari sisa-sisa organisme yang telah mati, sampah, kotoran, dan bangkai. Contoh: Thiobacillus denitrificans, Clostridium sporageus, Escherichia coli, Lactobacillus bulgaricus, dan Methanobacterium ruminatum.
Bakteri parasit yaitu bakteri yang memperoleh makanannya dari organisme yang ditumpanginya (inangnya). Contoh: Borrelia novyi, Famili Treponemataceae, Famili Spirochaetaceae, Borrelia recurrentis, dan Borrelia burgdorferi.
Bakteri patogen yaitu bakteri parasit yang menyebabkan penyakit pada hospes atau inang yang dihinggapinya. Contoh: Neisseria gonorrhoeae (parasit pada manusia yang menyebabkan penyakit kelamin atau kencing nanah), Bacterium papaya (parasit pada tumbuhan yang menyebabkan penyakit pada pepaya), dan Bacillus anthracis (parasit pada hewan yang menyebabkan penyakit antraks pada ternak).
Bakteri apatogen yaitu bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada hospes atau inang. Contoh: Streptomyces griseus dan Eschericia coli.
Berdasarkan Jumlah dan Letak Flagel
Atrik, bakteri yang tidak memiliki flagel.
Monotrik, bakteri yang memiliki satu flagel pada ujung tubuhnya.
Amfitrik, bakteri yang memiliki dua kelompok flagel yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya.
Lofotrik, bakteri yang memiliki segerombol flagel pada salah satu satu ujung tubuhnya.
Peritrik, bakteri yang memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya.
Berdasarkan Kebutuhan Energi
Bakteri aerob, bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Contoh: Nitrosomonas, Thiobacillus, Nitrobacter.
Bakteri anaerob, bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Contohnya Clostridium denitrificans.
Berdasarkan Kebutuhannya terhadap Oksigen
Bakteri aerob obligat, bakteri yang hidupny mutlak membutuhkan okseigen bebas. Contoh: Eschericia coli.
Bakteri anaerob obligatif, bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen sama sekali dan kadang mati bila ada oksigen. Contoh: Clostridium tetani, Clostridium botulinum.
Bakteri anaerob fakultatif, bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Contoh: Salmonella typhosa.
Berdasarkan Suhu Pertumbuhan
Bakteri psikorofil, bakteri yang hidup pada suhu rendah yaitu 0˚C-30˚C. Bakteri ini banyak ditemukan di dasar lautan, di daerah kutub, dan pada bahan makanan yang didinginkan.
Bakteri mesofil, bakteri yang hidup pada suhu 25˚C-40˚C. Bakteri ini terdapat pada tanah, air, dan tubuh Vertebrata.
Bakteri termofil, bakteri yang hidup pada suhu 45˚C-75˚C. Bakteri ini banyak terdapat di tempat-tempat bersuhu tinggi, di tanah, air laut, dan pada susu.
Bakteri hipertermofil, bakteri yang hidup pada suhu di atas 75˚C. Bakteri ini ditemukan di sumber air panas.
Berdasarkan Karakteristik Dinding Sel Melalui Sistem Pewarnaan Gram
Bakteri gram positif, bakteri yang mempunyai dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. Contoh: Bacillus subtilis, Clostridium botulinum, Vibrio cholerae, Neisseria gonorrhoeae, dan Treponema pallidum.
Bakteri gram negatif, bakteri yang mempunyai dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. Contoh: Escherichia coli, Streptococcus mutans, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aurens.
Peranan Bakteri dalam Kehidupan
Bakteri yang Menguntungkan
-Dalam Industri Makanan
Spirulina dimanfaatkan sebagai sumber makanan karena mengandung gizi yang tinggi terutama protein.
Streptococcus lactis dan Streptococcus cremoris digunakan dalam pembuatan keju dan mentega.
-Dalam Industri Fermentasi
Acetobacter xylinum untuk pembuatan nata de coco.
Lactobacillus bulgaricus untuk pembuatan susu asam (yoghurt).
Acetobacter aceti digunakan dalam pembuatan asam cuka.
Lactobacillus casel untuk pembuatan keju dan yoghurt.
Clostridium sp. Untuk pembuatan propanon dan butanon.
-Dalam Pembuatan Antibiotik
Streptomyces griseus menghasilkan antibiotik streptomisin
Bacillus subtillis menghasilkan antibiotik basitrasin.
Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin.
Streptomyces aurefaciens menghasilkan antibiotik auremisin.
Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin.
-Dalam Kesuburan Tanah
Nitrosomonas, Nitrobacter, dan Nitrosococcus berperan dalam proses nitrifikasi yang menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
Rhizobium leguminosarum bersimbiosis dengan akar polong-polongan dan Azotobacter chlorococcum untuk mengikat nitrogen dari udara bebas, sehingga menyuburkan tanah.
Bakteri yang Merugikan
-Bagi Kehidupan Manusia
Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang menyebabkan penyakit kelamin dan kencing nanah.
Mycobacterium leprae, bakteri yang menyebabkan penyakit lepra.
Clostridium tetani, bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus.
Shigella dysenteriae, bakteri yang menyebabkan penyakit disentri.
Salmonella, bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.
Treponema pallidum, bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis atau raja singa.
Bagi Hewan dan Tumbuhan
Salmonella pollurum, bakteri yang menyebabkan berak kapur pada ayam.
Cythopaga columnaris, bakteri yang menyebabkan penyakit pada ikan.
Xanthormonas campestris, bakteri yang menyerang tanaman kubis.
Disini Juga terdapat berbagai jenis lumut di dunia. .......... :-)
Macam macam Lumut
Anthoseros laevis (lumut tanduk)
Ciri-ciri :
· Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid.
· Susunan talusnya masih sederhana.
· Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
· Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. Stoma hampir selalu terisi lendir.
· Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula arkegoniumnya.
· Sel yang diatas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang bawah membelah-belah dan merupakan kaki sporogonium.
· Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rizoid, melekat pada talus gametofitnya.
· Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.
Notothylus valvata (lumut tanduk)
Ciri-ciri :
· Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid.
· Susunan talusnya masih sederhana.
· Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
· Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. Stoma hampir selalu terisi lendir.
· Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula arkegoniumnya.
· Sel yang diatas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang bawah membelah-belah dan merupakan kaki sporogonium.
· Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rizoid, melekat pada talus gametovitnya.
· Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.
Marchantia polymorpha (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.
· Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif.
· Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air.
· Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.
· Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.
· Dulu digunakan sebagai bahan obat penyakit hati. (hepar).
Riccia fluitans (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.
· Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif.
· Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air.
· Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.
· Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.
Blasia pusilla (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Telah memiliki semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsi ventral.
· Protonema hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif.
· Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.
· Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.
· Talus lebar, mempunyai rusuk tengah, pada tepi talusnya mulai tampak terbentuknya alat-alat seperti daun.
Metzgeria furcata (lumut hati)
Ciri-ciri :
· Talus berbentuk pita yang sempit, bercabang-cabang menggarpu.
· Hidup pada batang-batang pohon-pohonan atau diatas batu-batu cadas.
· Telah memiliki semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsi ventral.
· Protonema hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif.
· Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.
· Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.
Calobryum mnioides (lumut hati)
Ciri-ciri :
Talus bersifat radial, mempunyai bagian seperti batang dengan 3 baris bagian-bagian serupa daun.
Alat-alat kelamin terdapat diantara bagian-bagian seperti daun-daun, letaknya pada ujung bagian yang seperti batang.
Umumnya hidup di daerah tropika.
Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.
Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.
Andreaea petrophila (lumut daun)
Ciri-ciri :
Tumbuh di atas tanah-tanah gundul yang periodik mengalami kekeringan, bahkan diatas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh.
Dapat ditemui di antara rumput-rumput, di atas batu-batu cadas, pada batang dan cabang pohon,di rawa-rawa, tetapi jarang di dalam air.
Spora bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan terlihat seperti hifa cendawan yang berwarna hijau.
Alat kelamin terkumpul di ujung batang atau cabang, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya di paling atas.
Protonema berbentuk pita yang bercabang-cabang.
Kapsul spora mula-mula diselubungi oleh kaliptra yang bentuknya seperti kopyah bayi. Jika sudah masak pecah dengan 4 katup-katup.
Kolumela diselubungi oleh jaringan sporogen.
Sphagnum fimbriatum (lumut daun)
Ciri-ciri :
· Spora bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan terlihat seperti hifa cendawan yang berwarna hijau.
· Alat kelamin terkumpul di ujung batang atau cabang, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya di paling atas.
· Hidup di tempat-tempat berawa-rawa dan membentuk rumpun atau bantalan, pada bagian bawah yang ada di dalam air mati dan berubah menjadi gambut.
· Protonema merupakan suatu badan berbentuk daun kecil, tepinya bertoreh-toreh dan hanya terdiri dari satu sel saja.
· Batangnya bercabang-cabang dan membentuk roset pada ujungnya.
· Setelah pembuahan, kaki selau memanjang seperti tangkai dan dinamakan pseudopodium.
· Kapsul spora mempunyai tutup yang akan membuka, jika spora sudah masak.
Funaria hygrometrica
Ciri-ciri :
Sporogoniumnya mempunyai satu tangkai yang elastis, disebut seta.
Kaliptra melebar seperti perut dan berguna sebagai penimbunan air bagi sporogonium yang masih muda.
Gigi peristom tipis seperti selaput, berasal dari satu lapis sel sporogonium. Gigi mempunyai garis-garis melintang dan bersendi.
Masuk dalam kelompok Eubryales acrocarpi.